Jumat, 01 Maret 2024

Masalahku besar, tapi aku punya Alloh yang Maha Besar! maka aku tenang (Part 2)

 Part 2

Setelah sempat mengalami "percakapan" dengan diri, akhirnya aku menyadari satu hal, bahwa tidak peduli berapapun usia, jika kita mengalami sebuah perubahan besar dalam kehidupan, tetap saja kita  memerlukan waktu untuk berhenti sejenak, berpikir ulang dan mencari jawaban atas apa yang terjadi.

Beruntung aku mengalami perubahan besar yang kesekian kalinya di fase 50 tahunan, sebuah usia yang boleh dibilang sudah matang untuk berbagai keputusan, walaupun realitanya tidak demikian juga.  Masih juga sesekali mengambil keputusan yang tidak tepat dan salah, it's ok, that fine! .. karena sejatinya kita bukan manusia sempurna, melakukan kesalahan bukan karena disengaja dan bertujuan akan diperbaiki, itu lebih baik daripada kita sama sekali tidak melakukan apa-apa, selama kesalahan itu bukan hal yang fatal ya, misalnya melanggar aturan atau norma atau etika, nah itu tidak boleh.

Berada di usia 50 tahunan, juga memberikan keuntungan tersendiri, kenapa ? karena ada banyak pengalaman yang bisa dijadikan cermin, jika baik kita bercermin pada keadaan yang sebelumnya pernah berhasil kita lewati maka kita bisa gunakan kembali, jika pun tidak, kita pernah punya pengalaman tidak enaknya yang bisa kita jadikan catatan agar tidak kita ulangi lagi untuk ke sekian kalinya.

Seperti halnya yang baru saja terjadi, tiba-tiba aku resign dari pekerjaan yang bisa dibilang antara direncanakan  dan tidak, intinya aku dalam kondisi dibeberapa sisi belum siap namun kenyataannya aku sudah berhenti, aku bersyukur karena tetap berada dalam suasana tenang untuk menerima kondisi ini karena yakin ada Alloh Subhanahuwata'ala yang pastinya mengetahui apa yang kualami, aku memiliki tambahan keyakinan untuk mengandalkan-Nya, masalahku besar? ya.. tapi aku punya Alloh yang Maha Besar, maka aku tenang.

Ketenangan itu membawaku untuk melihat lebih jernih pada solusi bukan pada masalah yang sedang kuhadapi, aku diberikan ketenangan untuk mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan positif ke dalam diri, seperti :

1. Apa yang bisa aku lakukan sekarang ? aku memiliki modal waktu 24 jam, apa saja yang bisa kukerjakan?

2. Adakah contoh atau panduan yang bisa ku ATM? (Aku hanya perlu Amati, Tiru dan Modifikasi)

3. Kapan harus aku mulai? apa alasan kuat yang mendorongku untuk memulai?

Dari ketiga pertanyaan tersebut, aku memiliki "perjalanan" tersendiri, dan akan aku ceritakan satu demi satu, namun sebelumnya aku ingin sampaikan bahwa saat aku menulis ini, aku merasakan seperti sedang memulai sebuah lembar baru dalam perjalanan hidupku yang entah berapa lama lagi yang telah disiapkan dalam takdir catatan kehidupanku yang telah diatur begitu sempurna oleh Sang pemiliknya yaitu Alloh Subhanahuawata'ala.  Yang sedang aku coba lakukan adalah memulai lembaran akhir dengan harapan ending yang baik dambaan setiap orang yaitu husnul khotimah.

(Menjawab pertanyaan no 1) 24 jam yang merupakan modal waktu yang sebenarnya diberikan sama kepada setiap orang, aku menganggapnya sebagai modal awal dan utama yang sangat berharga, kenapa ? karena waktu tidak akan pernah dapat terulang lagi meskipun hanya seper sekian detik, maka itu menjadi sangat berharga.  Yang aku lakukan adalah mencoba membuat maping kegiatan harian dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, apa saja yang kulakukan, aku menuliskan dengan detail, seperti ini kira-kira : 




(Menjawab pertanyaan no 2) Aku salut dengan perkembangan sosial media dan kemampuan anak-anak generasi saat ini (Gen Z) yang sangat mahir menggunakannya dan mereka sangat pintar membuat konten (dengan catatan anak muda yang positif vibes tentu saja) dan ini aku lakukan ATM (Amati-Tiru dan Modifikasi) secara aku tuh masuk ke kategori Generasi yang tidak terlalu mahir menggunakan tekhnologi (tidak semua sih, banyak juga yang canggih menggunakannya) hanya saja aku mau belajar dan mencoba, dan batasan umur untuk belajar tidak berpengaruh banyak.  berhari-hari aku coba amati, aku cari yang terbaik menurut versi-ku (yang cocok untukku maksudnya) kemudian aku ambil hal-hal yang baiknya untuk aku tiru (dalam beberapa hal baik, yang tua meniru yang muda ternyata perlu juga) nah kemudian aku modifikasi (lebih tepatnya, disesuaikan dengan umur) karena tidak semua yang kita amati perlu kita tiru!

(Menjawab pertanyaan no 3) Sebagaimana disampaikan sebelumnya bahwa aku memiliki harapan agar ending kehidupanku berakhir dengan baik, husnul khotimah, maka aku merasakan bahwa kebutuhanku untuk memulai sangat mendesak, saat ini juga! (secara umurku sekarang saja sudah 52 tahun 4 bulan) dan aku mau memilih yang baik, bukankah hidup ini pilihan, dan sebagai manusia yang menyadari bahwa ada "batas waktu" maka dengan bulat aku memutuskan ingin memilih yang baik!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nikmat mana lagi yang mampu kudustakan?

Ternyata, aku baru merasakan betapa menyenangkannya melakukan sholat saat lutut ini baik-baik saja, tidak terasa ngilu dan nyeri seperti yan...