Rabu, 28 Februari 2024

52 Tahun 4 bulan, Apa yang bisa dilakukan olehku? (Part 1)

Part 1

Tidak seperti hari biasanya, dimana aku dalam rutinitas yang padat, kali ini aku terlihat begitu santai, betulkah?..

Setelah memutuskan resign dari pekerjaan yang sudah 14,5 tahun bukan hal yang mudah menata ulang jadwal kegiatan yang sudah terlalu terbiasa kulakukan.

Awalnya aku merasa masih seperti hari kerja, bangun pagi dan bersiap untuk berangkat, namun setelah menyadari bahwa kini semua waktu,  bebas aku tentukan sendiri, aku pun mengambil langkah jeda sejenak.

Aku mengambil waktu untuk menyendiri, kebetulan memang aku tinggal bersama anak yang sudah beranjak dewasa, tentu anakku sudah memiliki dunia sendiri.

(Aku memutuskan ke luar rumah mencari coffee shop terdekat yang bisa kugunakan untuk "menjeda")

Duduk diantara keramaian yang tidak terlalu "berisik", aku memandangi sekelilingku, ada yang tengah berbincang dengan 2 atau tiga teman dalam satu meja, ada yang tengah menyendiri dengan tatapan serius memandangi laptop di depannya, ada juga yang tengah asyik membaca buku sambil menikmati secangkir coklat hangat.  Aku? .., aku beralih ke dalam diriku, ada yang sedang "bercakap-cakap" di dalam kepalaku.

Kesimpulan "percakapan" dengan diriku siang ini adalah aku harus punya kegiatan yang dilakukan, karena meskipun aku memutuskan resign, bukan berarti aku menyia-nyiakan waktu yang ada dan tidak melakukan apapun, bukankah aku sudah punya tujuan pada saat memutuskan berhenti?

"Apakah tujuanku berhenti untuk berpindah tempat dengan pekerjaan yang sama?"

"Apakah tujuanku berhenti untuk di rumah saja dan memiliki kegiatan yang bisa dilakukan di rumah?"

"Apakah tujuanku berhenti untuk memulai dari titik nol, merintis lagi pekerjaan atau karir baru?"

Sayangnya aku menemukan jawaban "tidak" untuk semua pertanyaan itu.  "Lalu apa tujuanku ?" .. 

Catatan untuk diriku sendiri :

Kadang tidak semua yang kita rencanakan terjadi persis seperti yang kita inginkan, bahkan bisa jadi, jauh dari yang kita bayangkan dan kenyataannya bisa saja terasa menyakitkan untuk diterima, namun dengan Iman yang kita miliki, bahwa Alloh Subhanahuwata'ala tidak akan menguji hamba-Nya kecuali sesuai dengan kesanggupannya.  

Teorinya ini mudah dan harusnya membuat hatiku tenang dengan janji Alloh tersebut, namun prakteknya aku memahami kemampuanku belum langsung di level tersebut, aku sempat merasakan bingung untuk memulai dari mana, aku merasa terlalu tua (saat ini usiaku 52 tahun 4 bulan) untuk memulai lagi sesuatu yang baru, tapi kemudian pertanyaan berikutnya muncul, "Kalau kamu tidak berkerja, terus bagaimana kamu membiayai hidupmu? kamu tidak punya tabungan, tidak punya dana cadangan apalagi aset kekayaan".

"Hmm.. iya, pertanyaan besarnya adalah : "Apa yang bisa dilakukan olehku?" (aku tidak memilih pertanyaan "Kenapa aku resign secepat ini ya?") 

(Masih duduk di coffee shop, kini pengunjungnya mulai berganti, ada sepasang remaja yang masing-masing membawa laptop memilih duduk tepat 3 meja di depanku, rupanya mereka tengah mengerjakan tugas sekolah sambil bersantai, kemudian tak berapa lama nampak sekelompok orang berseragam menuju lantai dua, sepertinya mereka akan mengadakan meeting kantor di sini).

Aku mulai mengeluarkan buku agenda yang aku beli di awal tahun, kebiasaan yang sudah kulakukan sejak belasan tahun, yaitu memiliki buku agenda (padahal sekarang kan aku sudah tidak bekerja ya?)

Hal yang kulakukan pertama adalah mulai menuliskan rencana awal diantaranya : 

1. Aku ingin membeli sebuah buku, membacanya dan mempraktekan isinya (ada buku yang sudah lama aku inginkan)

2. Aku ingin memulai olah raga yagn sesuai dengan kondisi fisikku (berhubung lututku mulai terasa sakit, mungkin jalan kaki pilihanku, aku memilih di rumah dipandu video)

3. Aku ingin melakukan pemeriksaan rutin mulai dari cek tensi darah, gula darah dan periksa gigi (ini adalah hal yang ingin kulakukan juga tapi selama ini waktunya terbatas)

4. Aku ingin memulai mengikuti kelas online (belum terpikir matang, sementara sih mungkin kelas memotret jadi cuan, kelas jualan online, kelas menulis dan kelas mengaji) agak random ya pilihan kursusku, he he entah tapi itu yang terlintas di kepalaku.

5. Aku ingin memulai komunikasi dengan beberapa orang yang kemungkinan memiliki peluang untuk melakukan kerjasama

Nah, sepertinya aku sudah mulai menemukan titik terang untuk memulai, tentu dengan diawali ucapan "Bismillah.." semua akan kuhadapi.

(Aku pulang dengan sedikit kelegaan setelah menyeruput sisa kopi gula aren kesukaanku dan suapan terakhir pisang bakar, bergegas kembali ke rumah)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nikmat mana lagi yang mampu kudustakan?

Ternyata, aku baru merasakan betapa menyenangkannya melakukan sholat saat lutut ini baik-baik saja, tidak terasa ngilu dan nyeri seperti yan...