Hujan…
Aku
pasti punya banyak kosakata maupun perumpamaan
untuk mewakilimu, kenapa? Karena
aku akan selalu jatuh hati padamu. Pada
rinaimu, pada kesejukan yang kamu
munculkan, pada kehijauan dedaunan yang terkena jatuhmu, pada wangi tetanah basah
yang kena curahanmu bahkan pada titik embun di kaca jendela selepas
kedatanganmu ach hujan… tidakkah itu menggambarkan betapa besar aku terpikat
padamu?
Hujan…
Padamu
aku pernah punya harapan, padamu aku pernah bercerita, padamu aku pernah
berkesah, padamu aku patah. Hujan, tak ada sahabat sedekat ini seperti aku dan
kamu, tak ada rahasia, tak berani
bersembunyi bahkan engkau menjadi tempat kembali ketika diri terasa begitu
sendiri, sepi.
Hujan…
Aku
cemburu pada senja yang bergayut manja dan menghadirkan pelangi selepas
kepergianmu, tak adil begitu berwarna padahal aku bersedih kehilanganmu ach
hujan… mengapa rinduku begitu pekat padamu? Mengapa rasaku begitu terikat
padamu?
Hujan…
Aku
dan waktu bersekongkol untuk tetap menyayangimu, menyimpanmu selalu dalam
tempat terbaik diingatanku, tidakkah ini menggila? Jatuh hati berkali-kali
padamu, hujan…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar